Kembali lagi di ARTIKEL DYNAMIC IT 2016. Kali ini, aku mau cerita tentang pertemuan tujuh dan delapan, pertemuan terakhir DYNAMIC IT 2016.
Di pertemuan ketujuh DYNAMIC, kami bertemu dengan mas Prabu Ananta, kahima IT sebelum mas Putra, yang akrab dipanggil mas Nanta. Ia datang langsung menanyakan mimpi apa yg kami ingin raih dan bertanya kenapa mimpi kami hanya sebatas itu. Teman-teman pun menjawab, ada yang merasa takut, ada yang merasa tidak percaya diri, ada yang menjawab karena belum tahu informasi. Mas Nanta mengajak kami berdiskusi tentang apa dan siapa itu pemimpin. Mengapa orang yang seperti itu disebut dengan pemimpin? Mengapa orang-orang seperti Bu Tri Risma, Pak Ridwan Kamil istimewa? Apa bedanya dengan kita? Bukankah kita juga istimewa? Pertanyaan-pertanyaan itu datang menghujani kami, mengajak kami untuk mengenal diri sendiri sekaligus menyelami orang lain. Bertanya kepada diri sendiri, apa istimewanya 'aku'?
Bagiku, sesi-sesi seperti ini menarik. Ketika kita digelitik dengan 'harusnya kamu itu seperti ini lho', hal ini seperti memacuku. Mas Nanta banyak bercerita tentang leadership. Memang kita sedang membahas leadership. Pemimpin itu orang yang pandai melihat masalah, mampu merealisasikan solusi, dan yang punya kemauan untuk melakukannya. Aku ingin sekali seperti itu. Menjadi orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Aku masih berusaha. Memantaskan diri, memperbaiki diri agar aku bisa menyelesaikan diri dan memulai berkontribusi untuk PENS dan masyarakat.
Mas Nanta juga berkata di akhir acara, "Hadapi. Coba. Gagal. Berhasil". Kata-kata itu saling berhubungan. Intinya hadapi dulu, baru kamu akan mencoba. Cobalah dulu, baru kamu akan tahu rasanya gagal. Setelah gagal kamu akan tahu rasanya berhasil.
Untuk pertemuan terakhir DYNAMIC digunakan untuk memilih komandan jurusan. Akhirnya, setelah melalui proses yang lama, terpilihlah Stefanus Samuel Ryo atau yang akrab kami panggil Ryo dari kelas D3 IT B.
0 comments:
Post a Comment